Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana UNG Integrasikan PjBL CBL dalam Pengabdian Pembelajaran Speaking di Sekolah Mitra

Oleh: Evan Trisno Tulie . 21 Juni 2026 . 13:29:17

Gorontalo, 2026 — Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui integrasi Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Learning (CBL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah mitra. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan praktik pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang terintegrasi dengan mata kuliah Speaking for Professional Context.

Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, guru pendamping, serta siswa di beberapa sekolah mitra. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk menerapkan pengetahuan pedagogis secara langsung, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih aktif, komunikatif, dan kontekstual. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pengabdian, tetapi juga menjadi jembatan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan nyata di satuan pendidikan.

Ketua tim pelaksana sekaligus ketua panitia kegiatan, Muziatun, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D., yang juga merupakan Penanggung Jawab Mata Kuliah Speaking for Professional Context dan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogis mahasiswa dan mendorong pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih partisipatif. Menurutnya, integrasi PjBL dan CBL memungkinkan mahasiswa tidak hanya “mengajar”, tetapi juga belajar membaca konteks kelas, memahami kebutuhan siswa, merancang aktivitas pembelajaran, serta merefleksikan proses pembelajaran secara kritis.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa pembelajaran speaking tidak cukup hanya dengan teori atau latihan di kelas kampus. Mereka perlu berhadapan langsung dengan siswa, memahami karakteristik peserta didik, mengelola kelas, dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan situasi nyata. Di sinilah makna experiential learning menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan beberapa tahapan kegiatan, mulai dari observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi dan media ajar, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi sederhana, hingga refleksi kegiatan. Materi pembelajaran yang diberikan disesuaikan dengan jenjang dan kebutuhan siswa, antara lain greetings, self-introduction, numbers, classroom objects, household furniture and appliances, my family, my hobby, describing people, describing things, procedure text, complimenting and appreciating, serta asking and giving permission.

Pendekatan PjBL diterapkan melalui aktivitas pembelajaran berbasis tugas dan proyek sederhana, seperti pembuatan dialog, praktik percakapan, penggunaan worksheet, permainan edukatif, dan presentasi sederhana. Sementara itu, CBL diterapkan melalui pemberian contoh situasi atau kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada hafalan kosakata, tetapi bergerak menuju penggunaan bahasa dalam konteks yang lebih bermakna.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons positif selama proses pembelajaran berlangsung. Mereka terlihat antusias mengikuti instruksi, menjawab pertanyaan, melakukan praktik dialog, menirukan pelafalan, menyelesaikan worksheet, serta berani tampil di depan kelas. Pada beberapa kelas, siswa yang sebelumnya pasif mulai menunjukkan keberanian untuk berbicara menggunakan ungkapan Bahasa Inggris sederhana. Hal ini menjadi indikator bahwa pembelajaran yang interaktif dan kontekstual dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris.

Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman akademik dan profesional yang penting bagi mahasiswa. Mahasiswa belajar menyusun materi, memilih media pembelajaran, melakukan drilling pelafalan, membangun interaksi kelas, mengelola waktu, serta memberikan apresiasi kepada siswa. Pengalaman ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas profesi guru, terutama dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.

Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman akademik dan profesional yang penting bagi mahasiswa. Mahasiswa belajar menyusun materi, memilih media pembelajaran, melakukan drilling pelafalan, membangun interaksi kelas, mengelola waktu, serta memberikan apresiasi kepada siswa. Pengalaman ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas profesi guru, terutama dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.

Melalui kegiatan ini, Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana UNG menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan model pembelajaran yang berbasis riset, pengalaman, dan kebutuhan lapangan. Ke depan, kerja sama dengan sekolah mitra diharapkan dapat terus diperkuat melalui pengembangan perangkat pembelajaran, publikasi hasil pengabdian, video dokumentasi kegiatan, serta penyusunan modul atau worksheet speaking berbasis PjBL–CBL yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, kegiatan pengabdian ini menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga tumbuh melalui interaksi nyata dengan sekolah, guru, siswa, dan masyarakat. Di sinilah kampus hadir bukan hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai mitra perubahan pendidikan.

 

Agenda

27 - 28 Februari 2026

Asesmen Lapangan

Akreditasi Program Studi Magister Agroteknologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Oleh Tim Asesor BAN-PT Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono, M.Si (Universitas Sebelas Maret) & Dr. Teguh Endaryanto, SP., M.Si (Univesitas Lampung) 27 s.d 28 Februari 2026

5 - 7 Februari 2026

Asesmen Lapangan

Akreditasi Program Studi Magister Peternakan Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Oleh Tim Asesor BAN-PT Prof. Dr. Irma Isnafia Arif, S.Pt M.Si (Ilmu Produksi & Teknologi Peternakan Institut Pertanian Bogor) & Prof. Dr. Hamdi Mayulu, S.Pt., M.Si (Peternakan Universitas Mulawarman) 5 s.d 7 Februari 2026

14 - 15 November 2025

Asesmen Lapangan

Akreditasi Program Studi Magister Pendidikan Kimia Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Oleh Tim Asesor LAMDIK Prof. Dr. Jusniar, S.Pd M.Pd (Universitas Negei Makassar) & Prof. Dr. Suyatno, M.Si (Universitas Negeri Surabaya) 14 s.d 15 November 2025

6 - 7 November 2025

Asesmen Lapangan

Akreditasi Program Studi Magister Pendidikan Geografi Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Oleh Tim Asesor LAMDIK Prof. Dr. Epon Ningrum, M.Pd (Universitas Pendidikan Indonesia) & Dr. Satti Wagistina, SP., M.Si (Universitas Negeri Malang) 6 s.d 7 November 2025