
Gorontalo – 04 Desember 2025, Jurusan Ilmu Lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menyelenggarakan 2nd International Conference on Environmental Science (ICES) 2025. Bekerja sama dengan Program Studi Magister Kependudukan dan Lingkungan Hidup serta Program Doktor Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNG, konferensi internasional ini mengusung tema penting: “Conservation and Local Wisdom”.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara full daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube, memastikan partisipasi luas dari peneliti, akademisi, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan dari berbagai wilayah.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Fitryane menegaskan pentingnya forum ilmiah ini sebagai wadah pertukaran pengetahuan berbasis bukti (evidence-based knowledge) untuk merespons dinamika perubahan lingkungan global.
Dekan menekankan bahwa tema "Conservation and Local Wisdom" menyoroti urgensi integrasi antara sains modern dan kearifan lokal, menjadikannya pendekatan multidimensional untuk memperkuat sistem konservasi. Beliau juga menegaskan komitmen kuat UNG dalam memajukan ilmu lingkungan melalui riset, kolaborasi internasional, dan diseminasi hasil penelitian yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan.
Pembahasan Komprehensif Keynote Speakers
Sesi utama menghadirkan enam pembicara kunci (Keynote Speakers) internasional dan nasional yang membahas isu-isu krusial, mulai dari evolusi biodiversitas hingga etika konservasi kearifan lokal.
| No. | Keynote Speaker & Institusi | Materi Utama | Sorotan Pembahasan |
| 1. | Prof. Jimmy A. McGuire (University of California Berkeley, USA) | Evolusi Biota Sulawesi | Analisis genetik dan filogenetik terkait keunikan biodiversitas Wallacea. |
| 2. | Prof. Dr. drh. Anang Setiawan Achmadi, M.Sc (MZB RCBE BRIN, Indonesia) | IBSAP 2025–2045 | Arah kebijakan nasional konservasi dan pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan. |
| 3. | Dr. Kevin C. Rowe (Museum Victoria, Australia) | Konservasi Mamalia Kecil Sulawesi | Urgensi perlindungan mamalia endemik dan strategi konservasi berbasis sains. |
| 4. | Prof. Dr. Yowan Tamu, S.Ag., MA (UNG) | HUYULA sebagai Etika Konservasi | Sinergi nilai kearifan lokal HUYULA (gotong royong) dengan teknologi digital dalam pendidikan lingkungan. |
| 5. | Dr. Irwan Bempah, S.P., M.P (UNG) | Tata Kelola Lingkungan & Pertanian Berkelanjutan | Integrasi tata kelola dengan praktik pertanian ramah lingkungan untuk ketahanan pangan. |
| 6. | Farid Zulfa Fakhruddin, ST, MT (Shanghai Jiao Tong University) | Mitigasi Pencemaran Merkuri | Integrasi sains, teknologi, dan kearifan lokal untuk konservasi air tanah di area pertambangan emas tradisional. |
Setelah sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan Parallel Session yang menghadirkan pemaparan riset daring dari berbagai jenjang dan latar belakang. Diskusi ilmiah berlangsung dinamis dan interaktif.
Apresiasi dan Kunjungan Tim QS World
Acara ditutup oleh Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan UNG, Prof. Dr. Sukirman Rahim, S.Pd., M.Si. Selain mengumumkan The Best Speaker, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan menegaskan komitmen UNG menjadikan konferensi ini ruang diseminasi ilmu yang mendorong kemajuan riset lingkungan global.
Secara bersamaan dengan suksesnya pelaksanaan ICES 2025, kegiatan ini juga mendapat kunjungan langsung dari Tim Pemeringkatan QS World di Ruang Jurusan Ilmu Lingkungan. Kunjungan ini merupakan bagian dari observasi kegiatan akademik dan internasionalisasi UNG sebagai penilaian mutu perguruan tinggi, memperkuat posisi UNG dalam pemeringkatan global.